Astudestra Ajengrastrı
02 Oktober 2018•Update: 03 Oktober 2018
Hussein Mohammed
RIYADH
Pemberontak Houthi menembakkan sekitar 200 rudal balistik ke arah Arab Saudi selama tiga tahun belakangan, kata koalisi yang dipimpin oleh Arab di Yaman pada Senin.
Saat berbicara kepada wartawan untuk menjelaskan perkembangan terbaru operasi militer di Yaman, Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi, berkata para pemberontak Houthi terus melakukan "pelanggaran" navigasi maritim.
"Milisi Houthi terus mengancam navigasi maritim, ..., harus ada tindakan yang lebih tegas untuk menanggapi pelanggaran ini," ujar dia, tanpa memberikan detail lebih spesifik.
Setidaknya 112 warga sipil tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Houthi kepada Kerajaan sejak 2015, kata al-Maliki sebelumnya.
Yaman tetap terkoyak karena kekerasan yang terjadi sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menduduki sebagian besar wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik ini menegang pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni Arab-nya meluncurkan serangan udara masif di Yaman untuk merebut kembali wilayah dari Houthi.
Kekerasan yang berlanjut ini menghancurkan infrastruktur dasar Yaman, membuat PBB menyatakan situasi di sana sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk sepanjang era modern".