Chandni
19 April 2018•Update: 19 April 2018
Richard McColl
BOGOTA, Kolombia
Kolombia pada Rabu mengatakan negosiasi antara pemerintah dan kelompok gerilya Tentara Pembebasan Nasional (ELN) akan dipindahkan ke negara alternatif.
Pengumuman oleh Menteri Luar Negeri Maria Angela Holguin itu dilakukan setelah Presiden Ekuador Lenin Moreno sebelumnya mengatakan negaranya tidak akan lagi menjadi tuan rumah perundingan perdamaian antara Bogota dan kelompok pemberontak itu.
Pemerintah Kolombia segera mengaktifkan rencana cadangan setelah Moreno menangguhkan peran negaranya sebagai tuan rumah, yang dimulai sejak Februari tahun lalu.
"Presiden [Juan Manuel] Santos memahami alasan kenapa Presiden Moreno memutuskan untuk mengakhiri peran negaranya sebagai penjamin dan tuan rumah perundingan ini," kata Holguin dalam konferensi pers.
Dia mengatakan pembicaraan damai dengan ELN akan dipindahkan ke salah satu lokasi Brasil, Chile, Kuba, Venezuela atau Norwegia yang sudah disepakati sebelumnya.
Keputusan Moreno itu datang setelah kasus penculikan dan pembunuhan dua wartawan dan seorang pengemudi surat kabar Ekuador El Comercio pada akhir Maret dan penculikan terhadap dua warga Ekuador lainnya oleh kelompok pemberontak FARC.
"Saya meminta menteri luar negeri Ekuador untuk segera mengakhiri pembicaraan ini dan peran kami sebagai penjamin karena ELN tidak berkomitmen mengakhiri aksi teroris mereka," kata Moreno dalam wawancara dengan radio Kolombia RCN.
Aksi-aksi teroris itu terjadi di sepanjang perbatasan Kolombia-Ekuador di mana kelompok pemberontak FARC masih berkuasa. Sejak mereka menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah pada November 2016 dan meletakkan senjata, mengakhiri konflik yang dimulai pada tahun 1964, kekosongan kekuasaan mengakibatkan kelompok-kelompok lain semakin menguasai bisnis senjata dan narkotika di daerah tersebut.
Kejadian itu memperkeruh hubungan antara kedua negara tersebut.
ELN adalah kelompok gerilya terakhir di Kolombia yang belum berdamai dengan pemerintah dan menimbulkan konflik sejak 1964.