Mücahit Aydemir
16 November 2021•Update: 17 November 2021
TRIPOLI, Libya
Komisi Pemilihan Umum Libya pada Senin membantah laporan tentang penolakan pencalonan Saif al-Islam al-Khaddafi, putra mantan penguasa Libya Muammar Khaddafi.
Juru bicara komisi, Khaled el-Mennai, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa situs resmi dan akun media sosial komisi pemilu terkena "serangan siber".
Dia menjelaskan bahwa website yang menerbitkan laporan tentang penolakan pencalonan kandidat Saif al-Islam Gaddafi segera menghapusnya.
“Tidak ada keputusan (diambil oleh komisi) mengenai pencalonan Saif al-Islam,” kata el-Mennai.
Pada Minggu, Saif al-Islam mengajukan pendaftaran untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Libya yang akan datang.
Pemilihan presiden dan parlemen Libya akan berlangsung pada 24 Desember di bawah perjanjian yang disponsori PBB yang dicapai oleh saingan politik Libya selama pertemuan di Tunisia pada 15 November 2020.
Komisi pemilihan negara kaya minyak pada 8 November membuka pendaftaran untuk kandidat dalam pemilihan meski ketegangan yang sedang berlangsung antara parlemen, Dewan Tinggi Negara, dan pemerintah persatuan mengenai kekuatan dan undang-undang pemilihan.
Rakyat Libya berharap bahwa pemilu mendatang akan berkontribusi untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah melanda negara kaya minyak itu selama bertahun-tahun.