Chandni
13 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Tidak ada kolusi antara tim kampanye Presiden Donald Trump dan Rusia pada pemilihan presiden 2016, kata anggota-anggota Partai Republik di Komite Intelijen Parlemen AS pada Senin.
Anggota Partai Republik dalam komite itu menemukan "pola serangan dari Rusia" terhadap AS dan Eropa, termasuk serangan siber dari Moskow yang menargetkan sejumlah lembaga-lembaga politik Amerika selama 2015-2016 serta aksi Rusia "menggunakan media sosial untuk menanam bibit perselisihan".
Dalam upaya mereka untuk melimpahkan kesalahan terhadap mantan presiden Barack Obama, dokumen yang mereka rilis menyebutkan "kurangnya persiapan memadai terhadap ancaman Rusia". Mereka juga menolak kesimpulan lembaga-lembaga intelijen AS yang mengatakan kampanye dari Rusia itu memiliki tujuan untuk mendongkrak popularitas Trump.
"Kami tidak menemukan bukti adanya kolusi," kata perwakilan dari Texas, Mike Conaway. "Kami tidak setuju dengan teori yang mengatakan mereka ingin membantu Trump."
Kesimpulan mereka itu menerima pujian dari Trump, yang langsung mengungkapkan perasaannya di Twitter.
"SETELAH PENYELIDIKAN MENDALAM SELAMA 14 BULAN, KOMITE INTELIJEN TIDAK MENEMUKAN BUKTI KOLUSI ATAU KERJA SAMA ANTARA KAMPANYE TRUMP DAN RUSIA DALAM UPAYA MEMPENGARUHI PEMILIHAN PRESIDEN 2016," cuit Trump.
Laporan mereka itu tidak akan dirilis sebelum anggota komite yang berasal dari Partai Demokrat meninjau ulang kesimpulan itu. Demokrat akan menerima laporan tersebut pada Selasa.
Anggota Partai Demokrat Adam Schiff mengkritik Partai Republik karena menutup penyelidikan itu.
"Dengan mengakhiri peran mereka sebagai pengawas penyelidikan itu, para politisi tampak lebih memilih melindungi presiden dan bukan kepentingan negara," kata Schiff dalam pernyataannya. "Kelak tindakan mereka itu akan dikecam keras."
Temuan ini berbeda dan terpisah dari penyelidikan yang dilakukan Robert Muller yang ditunjuk khusus untuk mendalami tuduhan kolusi antara Trump dan Rusia.
Conaway menekankan walaupun investigasi Muller masih berjalan, komite sudah "memiliki cukup informasi untuk mengambil kesimpulan sendiri".
Isu ini juga diselidiki oleh Senat yang mengatakan "terus mencapai kemajuan" dalam investigasi dan juga mengkritik langkah komite parlemen.
"Sangat mengecewakan bahwa komite Dewan Perwakilan menyerah sangat dini tanpa benar-benar mendalami masalah ini," kata Senator Chris Coons kepada CNN.