Muhammad Abdullah Azzam
05 November 2020•Update: 06 November 2020
Mucahit Aydemir
TRIPOLI, Libya
Dua belas pasal kesepakatan dicapai pada Rabu dalam pertemuan Komite Militer Gabungan 5 + 5 tentang penerapan gencatan senjata permanen di Libya.
Pertemuan komite militer di kota Ghadames, barat daya Libya telah berakhir dan "menyetujui langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata permanen," menurut pernyataan dari misi Dukungan Libya PBB (UNSMIL).
Sebuah subkomite militer dibentuk untuk mengawasi "kembalinya pasukan militer ke markas mereka dan penarikan elemen asing dari jalur pertempuran militer."
Sementara itu, sub-komite, yang memutuskan untuk memiliki kantor pusat di Hun dan Sirte, akan mengadakan pertemuan pertamanya "dalam waktu dekat" di Sirte dengan partisipasi dari komite 5 + 5 dan UNSMIL.
Selain itu, komite 5 + 5 setuju untuk bertemu di Sirte secepat mungkin akhir bulan ini, dan markas besar komite adalah Pusat Konvensi Ouagadougou.
Komite tersebut menyetujui langkah-langkah di bawah Mekanisme Pengawasan, termasuk pengamat internasional.
Komite juga memutuskan sebuah struktur, "penjaga fasilitas minyak," yang bertanggung jawab atas keamanan fasilitas minyak.
Demi menggabungkan pasukan penjaga fasilitas minyak, kepala staf lembaga tersebut akan mengadakan pertemuan di Brega, sebuah kota minyak di timur, pada 16 November dengan partisipasi dari kepala Otoritas Perminyakan Nasional dan UNSMIL.
Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran tahanan antara kedua pihak, sementara sub-komite mengatakan akan terus bekerja sampai menyelesaikan pasal-pasal tentang masalah ini.
Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang pertukaran tahanan.
Selain pasal-pasal tersebut, dengan dukungan dan koordinasi UNSMIL, pertemuan itu juga memutuskan untuk membentuk tim teknis untuk membersihkan ranjau, membuat aturan yang diperlukan di bandara untuk dimulainya kembali penerbangan sipil di Sebha dan Ghadames dan untuk melawan ujaran kebencian.
Dalam sebuah pernyataan, UNSMIL mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengadopsi resolusi yang mengikat tentang pelaksanaan ketentuan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 23 Oktober di Jenewa.
Komite Militer Gabungan 5 + 5, yang mencakup lima perwakilan militer dari Tentara Libya yang berafiliasi dengan pemerintah Libya yang sah dan pasukan yang berafiliasi dengan pemimpin angkatan bersenjata tidak sah di Timur, Khalifa Haftar, bertemu untuk pertemuan pada Senin dan Minggu di Ghadames untuk pertama kalinya.
Delegasi militer, yang sebelumnya bertemu pada 19-23 Oktober di Jenewa di bawah kepemimpinan PBB, menandatangani perjanjian gencatan senjata permanen sebagai hasil dari pertemuan putaran keempat.