Maria Elisa Hospita
18 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
John Cassim
HARARE, Zimbabwe
Korban tewas akibat badai tropis Idai yang menghantam Zimbabwe telah bertambah menjadi 65 orang.
Joshua Sacco, seorang anggota parlemen dari distrik Chimanimani Timur yang terkena dampak, mengatakan jumlah orang-orang yang hilang tak dapat diketahui karena seluruh desa tersapu badai.
"Kami mengkonfirmasi bahwa korban jiwa mencapai 65 orang," kata dia kepada Anadolu Agency.
"Kami mengkhawatirkan area Copper, tempat pertemuan Sungai Rusitu dan Nyahode. Di situlah seluruh kamp polisi dan beberapa rumah pejabat pemerintah berada. Kami bahkan tak tahu-menahu keberadaan mereka sekarang," tambah Joshua.
Badai Idai telah menyebabkan kehancuran signifikan dan mengganggu keberlangsungan hidup jutaan orang yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Mozambik.
Menurut otoritas setempat, helikopter dan militer siap siaga untuk evakuasi dan menunggu hingga badai mereda.
Karena cuaca yang buruk, militer Zimbabwe menggunakan transportasi darat untuk evakuasi dan penyaluran bantuan, meskipun beberapa jembatan juga rusak parah.
Sementara itu, Presiden Emmerson Mnangagwa pada Minggu mengakhiri kunjungan resminya ke Uni Emirat Arab (UEA) karena bencana tersebut.
"Presiden Mnangagwa segera mengakhiri kunjungannya ke UEA untuk memastikan agar dia bisa terlibat langsung dengan penyaluran bantuan ke para korban badai Idai," kata Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam sebuah cuitan.