Maria Elisa Hospita
30 Desember 2017•Update: 31 Desember 2017
Adam Moro, Ugur Cil
ANKARA
Setidaknya 10 orang tewas, termasuk tujuh jemaat Kristen Koptik, akibat serangan di sebuah gereja di selatan Kairo, pada Jumat.
Menurut Kementerian Luar Negeri Mesir, lima orang terluka, dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.
"Pasukan keamanan berhasil menumbangkan seorang penyerang dalam baku tembak, dan saat ini tengah memburu penyerang kedua," tulis Kantor Berita Mesir, mengutip seorang sumber dari pasukan keamanan.
Gereja Ortodoks Koptik Mesir telah mengkonfirmasi adanya serangan tersebut lewat sebuah pernyataan, dan menyebut bahwa serangan kedua di distrik yang sama terjadi di toko milik jemaat gereja.
Menurut juru bicara gereja Paul Halim, setidaknya dua orang tewas dalam insiden kedua.
Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Mesir belum berkomentar soal serangan tersebut, yang terjadi tak lama setelah militer mengumumkan tewasnya enam tentara dan tiga pria bersenjata dalam baku tembak di Semenanjung Sinai dan provinsi Beni Sueif.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki telah mengecam serangan tersebut: "Kami mengutuk serangan teror terhadap sebuah gereja di Mesir yang telah menelan sejumlah korban jiwa. Kami turut berbela sungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan, dan kami berharap kesembuhan untuk mereka yang terluka."
Pada April, serangan serupa ke dua gereja juga terjadi di utara Mesir, hingga menewaskan 45 orang.
Kelompok teroris Daesh mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang terjadi bersamaan dengan libur Minggu Palma.