Maria Elisa Hospita
06 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
Servet Gunerigok
ANKARA
Jumlah korban tewas akibat virus korona di Amerika Serikat telah melampaui 70.000 jiwa.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University, dari 1.192.119 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu, sedikitnya 70.115 orang meninggal dunia.
Sementara itu, lebih dari 187.000 pasien telah dinyatakan pulih.
AS adalah negara yang mencatat jumlah kasus sekaligus angka kematian terbanyak akibat Covid-19.
Italia dan Spanyol mencatat total korban terbanyak setelah AS, masing-masing 29.315 dan 25.428 jiwa.
New York adalah negara bagian paling terdampak dengan 25.073 kematian dari lebih dari 321.000 kasus, diikuti oleh New Jersey dengan 8.244 kematian dari lebih dari 130.600 kasus.
Lonjakan besar kematian terjadi hanya dua hari setelah Presiden Donald Trump memperkirakan bahwa korban Covid-19 di negara itu dapat mencapai 100.000 jiwa.
Pada akhir Maret, dokter yang memimpin tim respons Covid-19, Deborah Birx, memaparkan potensi angka kematian di AS.
Menurutnya, sebanyak 100.000 bahkan 240.000 nyawa terancam jika AS mengikuti aturan kesehatan dan pembatasan sosial.
Namun, jika tak ada intervensi apa pun, dia memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 1,5 hingga 2 juta korban.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China dan telah menyebar ke 187 negara dan wilayah.
Sejauh ini, ada lebih dari 3,6 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, dengan 254.400 korban jiwa, dan hampir 1,1 juta pasien sembuh.