Muhammad Abdullah Azzam
10 Juli 2018•Update: 11 Juli 2018
Bayram Altuğ
JENEWA
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan bahwa jumlah korban tewas dalam bencana banjir dan tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan lebat di Jepang telah melampaui 150 orang.
Claude Nullis, juru bicara WMO, mengatakan dalam konferensi pers yang diadakan di markas PBB di Jenewa bahwa jumlah korban akibat banjir dan tanah longsor di negara tersebut telah mencapai 151 orang pada Selasa pagi.
Nullis mengungkapkan bahwa sekitar 10.000 rumah terendam banjir atau hancur dan lebih dari 30.000 warga sipil dievakuasi.
Namun, Nullis juga menilai bahwa Jepang adalah negara yang paling siap di dunia terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
Nullis menjelaskan bahwa banyaknya jumlah korban tersebut dapat dipahami lantaran besarnya bencana yang menimpa negara tersebut.
Mayoritas korban tewas berasal dari perfektur Hiroshima, di mana ratusan rumah rusak.
Korban-korban lain dilaporkan berasal dari perfektur Ehime, Okoyama, Yamaguchi, Kyoto, Gifu, Shiga, Hyogo, Kochi dan Fukuoka.
Akibat bencana banjir tersebut, Perdana Menteri Shinzo Abe menunda rencana kunjungannya ke Eropa dan Timur Tengah.