Maria Elisa Hospita
29 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Alex Jensen
SEOUL
Kantor Kepresidenan Seoul mengatkan bahwa pihaknya belum membicarakan rencana latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan.
"Sampai sekarang, masalah itu belum dibicarakan oleh Korea Selatan dan AS," kata Kim seperti dilansir oleh kantor berita Yonhap.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah membatalkan latihan gabungan musim panas ini setelah mencapai kesepakatan denuklirisasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada bulan Juni.
Setelah proses denuklirisasi terhenti selama berminggu-minggu, Menteri Pertahanan AS James Mattis pada Selasa mengatakan bahwa mereka "tak berencana untuk menunda latihan lagi".
AS telah melaksanakan latihan militer dengan Korea Selatan sejak 1950-an dan memiliki sekitar 28.000 tentara yang ditempatkan di sana.
Selama ini, Pyongyang menganggap latihan gabungan itu sebagai persiapan untuk sebuah invasi, sehingga pembatalan dari Trump dipandang sebagai itikad baik.
Mengenai latihan militer selanjutnya, juru bicara kantor kepresidenan Seoul Kim Eui-kyeom menegaskan bahwa "hal itu harus dibahas dan diputuskan oleh Korea Selatan dan AS sambil meninjau perkembangan denuklirisasi Korea Utara".
Terlepas dari pembatalan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Pyongyang, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan tetap mengunjungi Pyongyang untuk pertemuan puncak bulan depan.