Iqbal Musyaffa
03 September 2017•Update: 04 September 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kosta Rika membuka kantor Kedutaan Besar (Kedubes) di Indonesia melalui kunjungan Menteri Luar Negeri Kosta Rika Manuel Antonio Gonzales Sanz ke Jakarta, Minggu.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa pembukaan Kedubes Kosta Rika di Jakarta menunjukkan perubahan pendekatan Kosta Rika dalam melihat kawasan Asia Pasifik dan Indonesia.
"Selain untuk membuka kedutaan besar di Jakarta, kunjungan Menlu Kosta Rika memiliki arti strategis secara politis yang menegaskan Jakarta sebagai ibu kota diplomatik ASEAN," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. Marsudi, dalam pernyataan resminya.
Beberapa topik kerja sama bilateral menjadi fokus bahasan dalam kunjungan itu. Antara lain kerja sama ekonomi dalam bidang kelapa sawit, kerja sama pengembangan kapasitas sektor energi terbarukan, serta kerja sama industri strategis sektor infrastruktur kereta api dengan PT INKA.
"Kosta Rika merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Amerika Tengah dan Karibia," ujar Retno.
Nilai perdagangan RI-Kosta Rika tumbuh dari USD 28,4 juta di tahun 2014 menjadi USD 30,2 juta pada 2015. Angka ini terus bertumbuh menjadi USD 59,6 juta di tahun 2016.
Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan Kosta Rika dalam 3 tahun terakhir.
Dengan GDP sebesar USD 57,4 miliar, Kosta Rika merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di Amerika Tengah dan posisi 11 di Amerika Latin.