Emre Aytekin
27 Maret 2022•Update: 29 Maret 2022
BEIJING
Kotak hitam kedua telah ditemukan dari kecelakaan China Eastern Airlines yang menewaskan 132 orang di dalamnya pekan lalu, kata pihak berwenang pada Minggu.
Perekam itu ditemukan 1,5 meter (5 kaki) di bawah tanah, menurut markas tanggap darurat untuk kecelakaan itu.
Penerbangan Boeing 737-800, dengan 123 penumpang dan sembilan awak, terbang dari tenggara kota Kunming ke Guangzhou, sebuah kota pelabuhan dekat Hong Kong, ketika jatuh di daerah pegunungan di China selatan pada Senin.
Kotak hitam, yang diperkirakan merekam data penerbangan seperti rute, kecepatan, dan ketinggian pesawat, dapat menjelaskan penyebab kecelakaan itu.
Pencarian di lokasi kecelakaan di luar kota Wuzhou, wilayah berbukit dan berhutan, sulit dilakukan karena curah hujan yang terus berlanjut di wilayah sub-tropis.
Tim menguras air yang terkumpul dengan pompa untuk membersihkan lokasi kerja.
Pihak berwenang Sabtu malam mengumumkan tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu.
Pada hari Rabu, para pejabat mengatakan sebuah kotak hitam ditemukan, tetapi "rusak parah."
Cuaca tidak berbahaya ketika pesawat jatuh, menurut pihak berwenang, dan penerbangan telah mempertahankan komunikasi normal dengan unit kontrol lalu lintas udara sampai jatuh tiba-tiba.
Pesawat telah memenuhi persyaratan untuk terbang sebelum keberangkatannya dan pilot dalam keadaan sehat, kata seorang pejabat China Eastern Airlines sebelumnya.