Elena Teslova
15 Februari 2022•Update: 16 Februari 2022
MOSKOW
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin mengatakan pergerakan pasukan di Ukraina tidak kalah besarnya dibandingkan di Rusia, terutama di jalur kontak di Donbas.
Pergeseran pasukan Ukraina di zona konflik menyebabkan peningkatan ketegangan, kata Peskov kepada wartawan pada briefing harian di Moskow.
“Pergerakan besar-besaran angkatan bersenjata Ukraina, berbagai unit dari berbagai jenis dilakukan di zona perbatasan di wilayah Ukraina, dan di zona yang berbatasan dengan wilayah republik yang memproklamirkan diri, yang mengarah ke eskalasi,” kata Peskov.
Pada 11 Februari, Kyiv memberikan catatan ke Moskow, menuntut agar Rusia menjelaskan tujuan kegiatan angkatan bersenjatanya di dekat perbatasan Ukraina.
Pada 13 Februari, Ukraina meminta pertemuan negara-negara penandatanganan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik "untuk memperjelas situasi dengan pergerakan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina."
Mengomentari pernyataan duta besar Ukraina untuk Inggris, yang mengatakan Kyiv dapat membatalkan rencananya untuk bergabung dengan NATO, Peskov mengungkapkan bahwa itu bukan posisi pemerintah.
Dia juga mengingatkan bahwa konstitusi Ukraina memperkuat sudut pandang negara itu untuk bergabung dengan NATO.
Namun, jubir Kremlin mengatakan penolakan yang didokumentasikan oleh Ukraina untuk bergabung dengan NATO akan berkontribusi untuk merumuskan “tanggapan yang lebih berarti” terhadap masalah keamanan Rusia.
Pada Februari 2019, parlemen Ukraina menyetujui amandemen konstitusi yang mengabadikan keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO.
Saat ini, Ukraina telah menerima status mitra NATO dengan kemampuan yang diperluas.