22 Oktober 2017•Update: 25 Oktober 2017
Pemerintahan Regional Kurdistan menyambut baik seruan Amerika agar KRG dan Irak menghentikan kekerasan.
Dalam sebuah pernyataan, KRG mengatakan siap bekerjasama dengan koalisi internasional pimpinan Amerika untuk melakukan gencatan senjata antara Peshmerga dan pasukan Irak.
KRG mengaku pihaknya menyambut baik negosiasi dengan Baghdad dalam naungan konstitusi Irak tanpa prasyarat apapun.
Heather Nauert, juru bicara kementerian luar negeri AS menyerukan kedua pihak untuk mengakhiri kekerasan.
AS juga mendesak pemerintah Irak membatasi pergerakannya di wilayah yang disengketakan untuk mengurangi ketegangan.
“AS khawatir atas laporan kekerasan di kota Altun Kupri di utara Irak,” ujar dia, menambahkan bahwa AS menyambut baik perintah Perdana Menteri Irak Abadi terhadap pasukannya untuk melindungi warga Kurdi Irak dan tidak memprovokasi mereka.
Warga Irak yang tinggal di wilayah otonomi Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) dan di beberapa wilayah yang diperebutkan Baghdad dan Erbil mengikuti pemungutan suara pada 25 September.
Menurut KRG, hampir 93 persen suara mendukung kemerdekaan dari Irak.
Referendum tersebut mendapat kecaman dari pihak regional maupun internasional, karena dikhawatirkan mengganggu perjuangan melawan terorisme dan memicu destabilisasi di kawasan Timur Tengah.
Awal minggu ini pasukan gabungan Irak –termasuk tentara, Unit Polici Federal, dan kelompok Hashd al-Shaabi-memasuki provinsi kaya minyak Kirkuk menyusul penarikan pasukan Peshmerga.
Ali Murat Alhas berkontribusi dalam laporan ini dari Ankara.