Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
21 Januari 2020•Update: 22 Januari 2020
Laura Gamba
BOGOTA, Kolombia - Presiden Kolombia Ivan Duque menghubungkan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan kelompok milisi Lebanon, Hizbullah, dalam konferensi internasional di Bogota untuk membahas kerja sama regional melawan terorisme pada Senin.
"Kami memiliki bukti keberadaan sel Hizbullah di negara-negara seperti Venezuela dengan persetujuan dan keterlibatan kediktatoran Maduro," kata Duque.
Lebih dari 25 delegasi dari berbagai negara berpartisipasi dalam konferensi tersebut, di mana Duque berbicara tentang perlunya mengadopsi resolusi Dewan Keamanan PBB.
Dia merujuk secara khusus ke Resolusi 1373 Dewan Keamanan PBB yang menurut dia, sangat jelas bahwa tidak ada negara yang dapat mempromosikan, menampung, mensponsori atau memfasilitasi kegiatan teroris di wilayahnya.
Duque mengumumkan bahwa Kolombia telah mengadopsi daftar individu dan organisasi teroris Uni Eropa dan Amerika Serikat, memungkinkan deteksi tepat waktu terhadap anggota kelompok seperti Daesh/ISIS dan al-Qaeda.
Dia menyerukan harmonisasi basis data ini di antara negara-negara.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak para peserta untuk mengambil tindakan nyata guna meningkatkan koordinasi dan kerja sama melawan terorisme.
Pompeo juga menuduh pemerintah Maduro menawarkan tempat berlindung yang aman kepada kelompok-kelompok itu.
“Kelompok-kelompok teroris transnasional, termasuk Hizbullah yang didukung Iran, masih aktif di Belahan Barat. Pertemuan Kontraterorisme Tingkat Menteri ketiga hari ini adalah langkah penting lainnya dalam memperkuat upaya kolektif kami untuk memerangi ancaman berbahaya menuju kebebasan di kawasan ini,” tulis dia di Twitter.
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido bertemu dengan Pompeo, yang mengatakan bahwa AS akan melanjutkan aksinya melawan Maduro.
"Saya yakin bahwa akan ada tindakan di masa depan oleh Amerika Serikat untuk terus mendukung Presiden Guaido dan rakyat Venezuela," kata Pompeo setelah pertemuan.
Guaido telah menentang larangan perjalanan dan mengabaikan kemungkinan bahwa dia tidak akan bisa kembali ke Venezuela.
Dia akan pergi ke Eropa setelah meninggalkan Kolombia pada Selasa.