Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Juni 2019•Update: 21 Juni 2019
Ahmet Gurhan Kartal dan Muhammad Mussa
LONDON
Sebuah laporan PBB pada Rabu mengatakan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi Oktober lalu di Istanbul merupakan pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing), yang menjadi tanggung jawab Arab Saudi.
Dalam laporan itu Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Extrajudisial dan Sewenang-wenang Agnes Callamard mengatakan dia menemukan bukti yang dapat dipercaya untuk menyelidiki lebih lanjut tanggung jawab individu pejabat Saudi dalam pembunuhan Khashoggi, termasuk Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.
"Sanksi yang ditargetkan terhadap individu dan/atau entitas di Arab Saudi yang kemungkinan terlibat dalam pembunuhan Mr. Khashoggi harus dilanjutkan," tegas laporan itu.
"Namun, mengingat bukti yang kredibel soal tanggung jawab Putra Mahkota atas pembunuhan [Khasoggi], sanksi semacam itu juga harus mencakup Putra Mahkota dan aset pribadinya di luar negeri, sampai dan kecuali jika bukti diberikan dan dikuatkan bahwa dia tidak bertanggung jawab atas eksekusi ini," tambahnya.
Callamard mengakui kepekaan politik dari masalah ini, tetapi menekankan bahwa di bawah hukum imunitas dan tidak dapat diganggu gugat, tidak ada larangan sanksi terhadap individu yang memegang posisi seperti Pangeran Mahkota.
Pelanggaran hukum internasional
Laporan itu juga menemukan bahwa pembunuhan Khashoggi adalah pembunuhan di luar proses hukum dan upaya penculikannya merupakan pelanggaran di bawah hukum hak asasi manusia internasional dan aturan konvensi yang menentang penyiksaan.
“Lebih jauh lagi, cara dia ditahan dan diperlakukan tidak lama sebelum dia dibunuh juga merupakan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional,” kata laporan itu.
Selain itu, investigasi yang dilakukan oleh Arab Saudi tidak dilakukan dengan itikad baik dan bisa dianggap menghambat keadilan, apalagi setelah bukti kredibel yang ditemukan penyelidik menunjukkan bahwa tempat kejadian kejahatan dibersihkan secara meyeluruh.
Pelapor khusus menuntut agar persidangan 11 tersangka di Arab Saudi ditangguhkan karena khawatir dengan kurangnya kredibilitas dan kerahasiaan persidangan.
Laporan itu menekankan bahwa, sampai saat ini, Arab Saudi gagal untuk secara terbuka mengakui tanggung jawabnya atas pembunuhan Khashoggi dan memberikan permintaan maaf kepada keluarga, teman dan kolega dari jurnalis Washington Post itu atas kematiannya secara mengerikan di Konsulat Saudi di Istanbul.
Penyelidikan Turki dibatasi
Arab Saudi juga memberlakukan pembatasan ketat pada penyelidikan Turki dengan memberi para penyelidik akses terbatas baik dalam waktu maupun area yang dapat diakses.
Sebagai contoh, penyelidik Turki hanya diberi waktu enam jam untuk mengakses gedung konsulat pada 15 Oktober dan 13 jam di kediaman konsul pada 17 Oktober.
Penyelidik Turki juga hanya diperbolehkan melakukan penyelidikan dengan metode “swabbing”.
Selain mendesak kerajaan Saudi untuk meminta maaf kepada Turki atas penyalahgunaan hak diplomatiknya dan pelanggaran larangan penggunaan kekuatan teritorial tambahan, laporan itu juga mendorong penyelidikan lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan FBI.
Pelapor juga memperoleh informasi bahwa anak-anak Khashoggi ditawari paket kompensasi finansial oleh pemerintah Saudi, yang menimbulkan pertanyaan bahwa apakah itu setara dengan kompensasi di bawah hukum HAM internasional.
"Eksekusi Khashoggi merupakan simbol dari pola global pembunuhan dan ancaman terhadap jurnalis dan pekerja media yang biasanya dikecam oleh negara, badan-badan PBB, dan organisasi HAM nasional maupun internasional,” tambah laporan tersebut.
Laporan itu juga menyertai bagian dari rekaman percakapan Khashoggi dengan pejabat Saudi di kedutaan beberapa menit sebelum kematiannya.
Khashoggi terbunuh oleh sekelompok operasi Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat negara itu di Istanbul 2 Oktober lalu.
Khashoggi, seorang kontributor Washington Post, terbunuh tidak lama setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.
Setelah serangkaian penjelasan yang berubah-ubah, Riyadh berusaha menjatuhkan kesalahan pada operasi rendisi yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.