Maria Elisa Hospita
02 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Hiba Sait
ABU DHABI
Latihan militer gabungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania berakhir pada Senin setelah digelar selama 10 hari sejak 20 Juni.
Latihan "Bonds of Strength" yang diselenggarakan oleh UEA bertujuan memperkuat kerja sama militer UEA-Yordania, mengintegrasikan perencanaan dan manajemen operasi militer, bertukar keahlian, dan meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata.
Menurut Kantor Berita WAM, latihan tersebut mencakup pelatihan perang di kawasan kota, latihan pertahanan pantai, dan penggunaan senjata medium, senjata berat, hingga amunisi hidup.
Pada Rabu, Raja Abdullah dari Yordania menyaksikan langsung latihan gabungan di Abu Dhabi.
Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi sekaligus wakil komandan tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, bertugas menyambut kedatangan Raja Abdullah dan Putra Mahkota Al Hussein di lokasi latihan militer.
Latihan itu digelar di tengah ketegangan di Timur Tengah, karena Iran berupaya mengurangi sebagian kewajibannya yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir multilateral 2015 .
Iran mengambil keputusan ini pada Mei, setahun setelah Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dan memberlakukan sanksi keras ke Iran untuk memaksanya melakukan negosiasi ulang tentang program nuklirnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, intensifikasi latihan militer berlangsung di kawasan tersebut, termasuk dua latihan yang diselenggarakan Mesir dan diikuti oleh pasukan Arab dan AS.