Ahmed al-Masri,Afra Aksoy
21 Desember 2017•Update: 21 Desember 2017
Ahmed al-Masri,Afra Aksoy
RIYADH
Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan, lebih dari 11 ribu milisi Houthi terbunuh di Yaman dalam tiga bulan terakhir.
Juru Bicara pasukan Koalisi, Turki al-Maliki dalam sebuah konferensi pers di Riyadh mengungkapkan, 11.326 milisi Houthi terbunuh dalam tiga bulan terakhir.
Maliki juga mengatakan penembakan sebuah rudal balistik yang menargetkan ibu kota pada hari Selasa lalu tidak menyebabkan kerusakan atau korban tewas.
Dia menambahkan, jumlah rudal balistik yang menargetkan Arab Saudi bertambah menjadi 83.
"Berlanjutnya serangan rudal seperti ini berarti milisi Houthi-Iran meningkatkan ketegangan dengan serius dan menunjukkan penyelundupan senjata masih berlanjut melalui alur bantuan," ujar Maliki.
Dia juga mengatakan bahwa masyarakat internasional mulai menyadari intervensi rezim Iran dan kendalinya atas beberapa organisasi teroris di dunia.
"Sebelum pasukan koalisi mulai beroperasi pada Maret 2015, Houthi menguasai 90 persen wilayah negara. Kekuatan yang sah saat ini telah menguasai 85 persen wilayah Yaman."
Selain itu, Juru bicara Maliki juga menegaskan bahwa itu akan menjadi kuburan bagi siapa saja yang melanggar wilayah perbatasan Arab Saudi.
Houthis menyatakan bahwa mereka menembakkan sebuah rudal balistik yang menargetkan Istana Yamama, yang merupakan kantor Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.
Arab Saudi juga mengumumkan bahwa rudal tersebut berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara ketika berada di selatan Riyadh.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.