Muhammad Nazarudin Latief
16 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Adham Kako
ANKARA
Sebanyak 6.964 warga sipil tewas di Suriah pada 2018, kata sebuah kelompok HAM.
Dalam sebuah laporan yang dirilis pada 12 Januari, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) yang berbasis di London mengatakan pasukan rezim Bashar al-Assad bertanggung jawab atas 4.162 dari kematian warga sipil ini, termasuk 713 anak-anak dan 562 wanita.
Laporan itu mencatat bahwa 467 warga sipil tewas oleh pasukan Rusia sementara pasukan koalisi internasional yang dipimpin A.S. menewaskan 417 warga sipil.
Selain itu, 446 warga sipil tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris Daesh, sementara 80 warga sipil tewas oleh kelompok teror YPG / PKK.
Setidaknya, 7.706 kasus penangkapan sewenang-wenang didokumentasikan di negara itu, kata laporan itu.
Sebanyak 24 pekerja media terbunuh, 28 lainnya terluka dan 31 ditangkap atau diculik, katanya, menambahkan 91 medis, pertahanan sipil dan personil Bulan Sabit Merah terbunuh, sementara 198 serangan dilakukan pada fasilitas terkait mereka.
Rezim Assad dilaporkan memukul Suriah dengan senjata kimia sebanyak enam kali dan menjatuhkan sedikitnya 3.601 bom di berbagai wilayah di negara itu pada 2018.
Laporan itu mengatakan setidaknya 223 pembantaian yang bersifat etnis dan sektarian dilakukan oleh para pihak dalam konflik.
Juga dicatat bahwa 976 orang meninggal karena penyiksaan.
Laporan itu juga menyoroti beberapa indikasi koordinasi antara rezim Assad dan kelompok teror Daesh sebelum serangan terhadap gubernur Suwayda yang menewaskan sedikitnya 154 orang, termasuk 15 anak-anak dan 19 wanita.
Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga.