Muhammad Abdullah Azzam
31 Desember 2019•Update: 03 Januari 2020
Gülşen Topçu
TRIPOLI
Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Libya yang diakui secara internasional mengumumkan bahwa 10 pasukan yang berada di barisan jenderal Khalifa Hafter tewas dalam bentrokan di ibu kota Tripoli.
Juru bicara operasi Burkan Al-Ghadab Mohammed Qununu mengatakan milisi Haftar yang dilengkapi dengan empat tank milik Uni Emirat Arab (UEA) menyusup ke daerah jembatan Al-Furusiyya yang menghubungkan jalanan ke arah Bandara Tripoli.
Qununu mengungkapkan lantas bentrokan pun tak terhindarkan setelah pasukan pemerintah Libya melakukan perlawanan terhadap upaya penyusupan tersebut.
Setidaknya 10 milisi pro-Haftar tewas dan 12 kendaraan militer hancur dalam bentrokan itu.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA yang diakui secara internasional, tetapi sejauh ini terus mengalami kegagalan.
Pada 12 Desember, Haftar mengumumkan bahwa dia telah memerintahkan gerilyawan untuk meluncurkan "pertempuran yang menentukan" guna merebut ibu kota.
Menurut data PBB, lebih dari seribu orang terbunuh sejak awal operasi dan lebih dari 5.000 orang terluka.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.