Muhammad Abdullah Azzam
12 Juni 2020•Update: 12 Juni 2020
Aydogan Kalabalik
TARHUNA, Libya
Kuburan massal ditemukan di kota Tarhuna, benteng terakhir bagi Jenderal Khalifa Haftar yang dibebaskan oleh tentara Libya pada hari Jumat.
Kantor media Operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Berapi Kemarahan) yang berafiliasi dengan pemerintah Libya membagikan gambar yang menunjukkan kuburan massal itu.
"Sejauh ini, dua mayat telah digali. Wilayah ini penuh dengan mayat,” kata Lutfi Tevfik Misrati, kepala kantor penyelidik orang-orang hilang di negara itu, kepada Anadolu Agency.
“Kami beranggapan ada 10 hingga 12 mayat di kuburan lain di ladang tersebut. Kuburan ditemukan setidaknya di lima titik berbeda,” kata Misrati.
Badan kesehatan akan melakukan otopsi mayat tersebut dan otoritas setempat akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penguburan mereka, tambah dia.
Bulan Sabit Merah Libya mengatakan bahwa penyelidikan telah diluncurkan di wilayah itu dan mereka meminta dukungan dari kejaksaan militer dan kantor penyelidik orang-orang yang hilang.
Libya pada Jumat lalu mengumumkan bahwa mereka telah menemukan 106 mayat, termasuk wanita dan anak-anak, di sebuah rumah sakit di kota Tarhuna setelah kota itu dibebaskan dari pasukan Haftar.
Menurut pernyataan tertulis dari Operasi Burkan Al-Ghadab, berdasarkan penemuan awal para korban telah dieksekusi.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Amin al-Hashemi mengatakan ada tanda-tanda penyiksaan pada banyak jasad.
Pemerintah Libya yang diakui secara internasional diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019, di mana lebih dari 1.000 tewas dalam insiden kekerasan.
Pemerintah Libya meluncurkan operasi pada Maret untuk melawan serangan di ibu kota dan mereka baru-baru ini merebut kembali tempat-tempat strategis, termasuk pangkalan udara Al-Watiya.