Astudestra Ajengrastrı
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Ali H.M. Abo Rezeq
KAIRO
Liga Arab pada Selasa mengutuk keputusan AS untuk menutup misi diplomatik payung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, menyatakan tindakan ini mengecilkan perjuangan Palestina.
"Sejak deklarasi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 dan relokasi kedutaannya ke Yerusalem pada Mei ini, pemerintahan AS saat ini telah menunjukkan keberpihakan mereka kepada Israel," kata organisasi yang berbasis di Kairo ini melalui pernyataan.
Pada Senin, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan penutupan misi diplomatik PLO, yang berfungsi sebagai kedutaan besar Palestina di Washington secara de facto.
Bulan lalu, pemerintah AS memotong semua dana untuk badan UN yang mengurusi pengungsi Palestina, UNRWA.
Liga Arab berkata pemotongan dana ini "bertujuan untuk mengorbankan tujuan-tujuan Palestina, yang mencerminkan kesalahan [situasi ini]."
Pernyataan ini juga menyangkal tuduhan bahwa Palestina tak mendukung usaha perdamaian dengan Israel.
"Tidak ada proposal yang spesifik atau bisa dilakukan yang diajukan kepada Palestina," lanjut pernyataan itu.
Otoritas Palestina telah menolak mediasi dari AS sejak Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Yerusalem tetap berada di pusaran konflik Israel-Palestina, dengan warga Palestina berharap Yerusalem Timur -- kini diduduki Israel -- suatu saat bisa menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka.