Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Januari 2019•Update: 03 Januari 2019
Qais Abu Samra
RAMALLAH
Sebuah LSM Palestina pada Rabu melaporkan bahwa serangan pasukan militer Israel telah menewaskan 312 warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza sepanjang 2018.
Sebanyak 53 anak-anak dan tiga wanita termasuk di antara mereka yang terbunuh oleh tentara Israel pada 2018, kata Pusat Studi dan Dokumentasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Abdullah Hourani dalam sebuah pernyataan.
Menurut LSM tersebut, 262 warga Palestina terbunuh di Jalur Gaza dan 50 lainnya di Tepi Barat.
"Jumlah martir Palestina meningkat 200 persen pada 2018, dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata LSM tersebut, menambahkan bahwa sebanyak 31.000 warga Palestina terluka akibat tembakan tentara Israel di Jalur Gaza dan 500 lainnya di Tepi Barat.
Sejak Maret 2018, warga Palestina menggelar aksi unjuk rasa melintasi zona penyangga antara Gaza dan Israel, menuntut hak mereka untuk kembali ke tanah leluhur mereka setelah diusir pada 1948 dari tempat yang sekarang dikuasai Israel.
Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pesisir dan merampas komoditas pokok dari dua juta penduduknya.