Islamuddin Sajid
20 November 2017•Update: 20 November 2017
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Perdana Menteri Nawaz Sharif yang digulingkan menggelar kampanye partainya untuk pemilihan umum 2018 di hadapan massa yang berkumpul di timur laut Provinsi Khyber Pukhtoonkhawa, kota Abbotabad, Minggu.
Dalam pidatonya, ia bersumpah akan terus berada di Pakistan dan tetap aktif dalam politik.
Hal ini sekaligus membantah kabar burung bahwa ia akan mundur dari politik setelah Mahkamah Agung memberhentikannya dari jabatannya karena tersangkut skandal Panama Papers.
"Sejumlah orang berharap saya meninggalkan dunia politik, namun kini Nawaz Sharif adalah sebuah ideologi yang akan membawa revolusi di Pakistan," tegas Sharif.
Sharif juga mengkritik keputusan pengadilan yang memecatnya, perdana menteri pilihan jutaan rakyat Pakistan.
"Tim Investigasi Gabungan [dibentuk di bawah pengawasan pengadilan tinggi] telah gagal menemukan uang korupsi yang dituduhkan pada saya dan keluarga saya, dan hal inilah yang menjadi alasan pengadilan memberhentikan saya," kata Sharif.
Sharif diberhentikan oleh lima hakim Mahkamah Agung Pakistan pada 28 Juli karena kasus korupsi Panama Papers. Sharif dinyatakan bersalah karena tidak melaporkan data gaji dari perusahaan putranya yang berbasis di Dubai, menjelang pemilihan umum 2013.
Meskipun telah digulingkan dari jabatannya, Sharif masih berkuasa atas partainya, Partai Liga Muslim-N (PML-N).
Sharif menggelar kampanyenya di Provinsi Khyber Pukhtoonkhwa, daerah kekuasaan lawan politik utamanya Tehreek-i-Insaf, yang dipimpin oleh Imran Khan.
Dalam kampanyenya, ia tak lupa menyatakan tekadnya bahwa partainya akan kembali berkuasa dalam pemilu mendatang.
"Saya telah memutuskan menghadiri persidangan dan kalian [pemilih] yang akan memutuskan pilihan kalian. Saya berharap dukungan seterusnya untuk PML-N," tambah dia.