Rıskı Ramadhan
05 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Erdal Turkoglu
HATAY
Jurnalis sekaligus aktivis asal Suriah Omar Madaniah mengatakan bahwa Operasi Ranting Zaitun yang bertujuan untuk membasmi teroris di daerah Afrin, Suriah dimulai pada waktu yang tepat.
“Karena organisasi (YPG/PKK) juga menindas masyarakat Kurdi. Mereka mengatasnamakan masyarakat Kurdi. Padahal orang-orang Kurdi-lah yang paling banyak dirugikan oleh YPG/PKK,” kata Madaniah.
Omar Madaniah yang 3 tahun lalu hidup di daerah Jabal Akrad di Latakia, Suriah, kehilangan salah satu kakinya akibat serangan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Madaniah kini melanjutkan hidupnya di distrik Reyhanli, provinsi Hatay, Turki. Dari sana, dia mengirimkan perkembangan-perkembangan yang terjadi di Suriah kepada sejumlah media internasional.
Menurut Madaniah, target kelompok teroris YPG/PKK adalah wilayah Suriah dan Turki.
Mengenai Operasi Ranting Zaitun, Madaniah mengatakan, “Operasi tersebut disambut baik oleh orang-orang Suriah. Tujuan operasi ini adalah untuk menyelamatkan wilayah Kurdi dan Arab yang diduduki dan memungkinkan orang-orang untuk kembali ke rumah. Orang-orang Suriah sangat mengetahui ini.”
Madaniah yang menggambarkan YPG/PKK sebagai pisau yang menusuk revolusi Suriah, juga mengungkapkan harapannya agar operasi juga dapat mencakup wilayah Manbij dan Tell Rifaat.
Ada perang antar media
Madaniah juga menyoroti bahwa media-media yang dekat dengan kelompok teroris YPG/PKK mencoba menyesatkan publik.
"Media yang dekat dengan organisasi tersebut mencoba menunjukkan bahwa pembantaian warga sipil yang dilakukan oleh rezim Assad seakan dilakukan oleh tentara Turki di Afrin, tapi untungnya telah terbukti bahwa foto-foto itu adalah pembantaian Assad dan foto lama,” kata Madaniah.
“Kita dapat melihat bahwa ada perang media yang sangat serius di tengah operasi tersebut,” tambah dia.
Madaniah mengatakan bahwa YPG/PKK tidak ada bedanya dengan Assad, namun Turki tidak pernah menargetkan warga sipil di Afrin.
“Saya tinggal di Reyhanli. Warga YPG/PKK menargetkan warga sipil di Reyhanli. Mereka menghantam masjid di Kilis. Membunuh warga sipil yang beribadah. Saya melihat itu. Semua yang tewas adalah masyarakat lokal,” kata dia.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh di wilayah Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.