Chandni
12 April 2018•Update: 13 April 2018
Mahmut Geldi, Safvan Allahverdi
RIYADH/WASHINGTON
Pasukan pertahanan udara Arab Saudi menghentikan "rudal balistik" yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi dari Yaman, lapor media Saudi pada Rabu.
Menurut stasiun televisi Al-Ekhbariya, rudal itu mengarah ke Riyadh namun berhasil dihentikan dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Saudi.
Pemerintah Saudi belum merilis pernyataan resmi menyusul insiden tersebut.
Dalam beberapa bulan belakangan, pemberontak Houthi Yaman meluncurkan sejumlah rudal ke kawasan Saudi, dan beberapa juga menyebabkan kerusakan.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Heather Nauert merilis pernyataan mengecam serangan itu.
"AS dengan keras mengecam serangan rudal Houthi hari ini terhadap Riyadh," kata Nauert.
"Kami mendukung hak rekan Saudi kami untuk menjaga perbatasan mereka terhadap ancaman-ancaman seperti ini, yang dipicu oleh penyebaran senjata dari rezim Iran serta aktivitas destabilisasi di kawasan itu."
Nauert mendesak agar semua pihak kembali ke meja perundingan dan berupaya lebih keras untuk menghentikan perang Yaman.
Serangan Houthi terhadap Saudi, menurutnya, tidak menunjukkan komitmen mereka terhadap perdamaian Yaman.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Menurut PBB, perang saudara Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 11 persen dari keseluruhan populasi mengungsi.