Rabia İclal Turan
05 Mei 2026•Update: 05 Mei 2026
Media Iran melaporkan sedikitnya lima warga sipil tewas setelah pasukan Amerika Serikat menyerang perahu kargo kecil di Selat Hormuz, Selasa, membantah versi Washington terkait insiden tersebut.
Kantor berita semi-resmi Tasnim, mengutip sumber militer, menyebut penyelidikan menemukan bahwa pasukan AS menyerang dua perahu kecil yang mengangkut barang milik warga dari Khasab di pesisir Oman menuju Iran.
“Setelah klaim keliru militer AS yang menyatakan telah menargetkan enam kapal cepat Iran, sementara tidak ada satu pun kapal tempur Garda Revolusi yang terkena, dilakukan penyelidikan dari sumber lokal mengenai klaim tersebut,” kata sumber itu, merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sumber militer tersebut menyatakan lima penumpang sipil tewas dalam serangan itu, yang disebutnya sebagai langkah “tergesa-gesa” akibat “ketakutan” AS terhadap operasi kapal cepat IRGC.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyatakan helikopter Amerika digunakan untuk menghancurkan “perahu kecil Iran yang mengancam pelayaran komersial”, dan menyebut penindakan dilakukan dalam upaya mengamankan lalu lintas di jalur perairan strategis tersebut.
CENTCOM juga menuduh Iran telah melepaskan tembakan ke kapal perang AS dan kapal komersial pada Senin.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, disertai penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.
Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.