Sarp Ozer
29 Desember 2021•Update: 31 Desember 2021
BELGRADE, Serbia
Menteri pertahanan Turki dianugerahi kewarganegaraan kehormatan Bosnia dan Herzegovina selama kunjungan resmi ke kota Zenica pada elasa.
Hulusi Akar Akar mengunjungi Rumah Tim Penghubung dan Pemantau TAF Satuan Tugas EUFOR di Zenica untuk menerima pengarahan tentang kegiatan misi ini.
Setelah kunjungan tersebut, Akar bertemu dengan keluarga yang dikenalnya di kota tersebut, tempat dia bertugas 25 tahun lalu sebagai anggota Angkatan Bersenjata Turki.
Di akhir pertemuan, Akar diberikan sertifikat kewarganegaraan kehormatan oleh ketua Parlemen Zenica Doboj Canton.
Pada kesempatan itu, Akar mengucapkan terima kasih kepada kota Zenica dan menyatakan bahwa kota itu sangat penting karena "kami menghabiskan hari-hari yang sangat penting dan bermakna di sini."
Turki sangat sensitif tentang Bosnia dan Herzegovina, ucap Akar.
"Kami bekerja sama secara sukarela dan intensif untuk meningkatkan kehidupan sosial dan membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah segera setelah gencatan senjata ditandatangani pada 1995," kata dia, mengacu pada Kesepakatan Dayton yang mengakhiri Perang Bosnia.
"Kami menghabiskan banyak waktu dan bekerja untuk itu," terang Akar seraya menambahkan bahwa kesejahteraan warga Bosnia sama pentingnya dengan kebahagiaan rakyat Turki.
"Kebahagiaan dan keamanan Anda benar-benar menjadi perhatian kami. Kami berharap Bosnia dan Herzegovina melanjutkan pembangunannya untuk stabilitas dan integritas. Rakyat Bosnia dan Herzegovina secara keseluruhan layak untuk hidup bahagia. Anda memiliki hak untuk hidup dalam kenyamanan dan kedamaian setelah kesulitan yang serius di masa lalu. Kami akan terus bekerja sama,” janji Akar.
Kemudian, Akar mengunjungi Taman Turki Zenica.
Dia juga memiliki foto suvenir yang diambil di depan Air Mancur Turki, yang dibangun oleh Komando Brigade Turki Bosnia dan Herzegovina pada tahun 1999 dan sebuah pohon yang dia tanam selama kunjungannya ke kota tersebut pada tahun 2014.
Akar kemudian melanjutkan perjalanan ke negara Kosovo, di mana dia disambut dengan upacara militer oleh rekannya Armend Mehaj di ibu kota Pristina.
Usai pertemuan tatap muka, Akar dan Mehaj menggelar konferensi pers bersama.
"Kami mengadakan pertemuan yang sangat komprehensif, konstruktif, dan positif," kata Akar kepada wartawan.
Akar mengatakan Turki dan Kosovo terus bekerja sama di banyak bidang, termasuk masalah terkait ekonomi dan militer.
“Kerja sama kita di bidang pertahanan, keamanan, dan industri pertahanan semakin hari semakin meningkat,” tambah Akar
Menekankan pentingnya perang melawan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta yang dikalahkan 2016 di Turki, Akar mengatakan: "(Kelompok) ini dapat berubah menjadi ancaman tidak hanya bagi negara kita tetapi juga bagi Kosovo."
Turki sering menekankan sifat internasional dari ancaman teroris FETO.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 yang menyebabkan 251 orang tewas dan 2.734 terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, terutama militer, polisi, dan peradilan.
Pada Maret 2018, bekerja sama dengan intelijen Kosovo, Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) menangkap enam orang yang disebut bertanggung jawab mengeluarkan anggota FETO dari Turki untuk pergi ke Eropa dan AS, di samping kegiatan ilegal lainnya di wilayah Balkan.
Akar juga bertemu dengan Presiden Kosovo Vjosa Osmani dan mengatakan Turki mementingkan perdamaian dan stabilitas Kosovo.
AKar juga mengungkapkan kekecewaannya dengan langkah Kosovo pada bulan Maret untuk membuka kedutaannya di Israel.