Fatma Sevinç Çetin
23 Desember 2022•Update: 26 Desember 2022
ANKARA
Turkiye mendukung upaya normalisasi antara Azerbaijan dan Armenia, kata menteri pertahanan negara itu Hulusi Akar pada Kamis.
Berbicara di acara yang diadakan Kedutaan Besar Azerbaijan di Ankara, Akar mengatakan negaranya mendukung normalisasi dan pemulihan antara Baku dan Yerevan.
"Terlepas dari ini, itu bertentangan dengan situasi apa pun yang memicu kebuntuan," tambah dia.
Menhan Akar mengatakan dengan penandatanganan perjanjian tersebut, Turkiye telah melakukan "yang terbaik untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan untuk menciptakan suasana damai dan tenang di seluruh wilayah Kaukasus."
Dia mengacu pada kesepakatan yang ditandatangani oleh Azerbaijan dan Armenia setelah perang 44 hari pada September 2020 atas Nagorno-Karabakh.
Menteri Turkiye itu juga menekankan bahwa perlu diketahui bahwa Azerbaijan memiliki tujuan yang benar dan harus disampaikan dengan jelas ke seluruh dunia.
Turkiye terus-menerus menyampaikan hal ini di platform internasional, terutama platform NATO, dan dalam hubungan bilateral, kata dia.
Selain itu, militer Turkiye dan Azerbaijan sedang bekerja keras untuk memodernisasi tentara Azerbaijan, kata Akar, menambahkan upaya ini berlanjut dengan "kesuksesan yang besar".
Dia juga mengatakan kerja sama dengan Azerbaijan dalam pelatihan militer, pekerjaan perbaikan industri pertahanan, dan pembersihan ranjau dan alat peledak rakitan terus berlanjut.
Armenia dan Azerbaijan berperang selama 44 hari pada September 2020 memperebutkan Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan lainnya.
Perang, yang diakhiri dengan kesepakatan damai yang ditengahi Rusia, membuat Azerbaijan memperoleh beberapa kota dan lebih dari 300 permukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir 30 tahun.