10 Juli 2017•Update: 10 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM) ke-44 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Abidjan, Pantai Gading, pada tanggal 10-11 Juli 2017 yang mengusung tema “Youth, Peace and Development in a World of Solidarity”.
Sebelum KTM, telah diselenggarakan Pertemuan the Islamic Commission for Economic, Cultural and Social Affairs (ICECS) pada tanggal 25-27 April 2017 dan Senior Officials Meeting (SOM) persiapan KTM ke-44 OKI pada tanggal 30 April – 2 Mei 2017 di Kantor OKI, di Jeddah.
Dalam pertemuan ini akan dihasilkan berbagai resolusi antara lain terkait Palestina, isu politik, terorisme, Program Aksi OKI-2025, minoritas Muslim, HAM dan kemanusiaan, keorganisasian OKI, ekonomi, perdagangan, sosial dan budaya, serta teknologi informasi seperti yang telah difinalisasi pada pertemuan ICECS dan pertemuan SOM pada bulan April dan Mei 2017.
Indonesia akan memanfaatkan pertemuan ini untuk mendorong persatuan negara-negara anggota OKI serta senantiasa mengembangkan dialog dalam menyikapi situasi di Timur Tengah saat ini.
Dalam menghadapi ancaman terorisme, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama, khususnya dalam menyelesaikan akar permasalahan.
Konferensi tersebut juga akan membahas peran penting pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ekstremisme, terorisme dan radikalisme. Pendidikan yang baik dengan nilai-nilai toleransi yang tinggi, saling menghormati dan budaya perdamaian perlu terus dikembangkan bagi generasi muda.
Pada KTM ke-44 OKI akan dibahas pula rancangan resolusi mengenai OIC-Contact Group on Peace and Conflict Resolution (OIC-PCR) yang diusulkan oleh Indonesia.
KTM OKI merupakan pertemuan puncak tahunan tingkat Menteri Luar Negeri negara-negara anggota OKI yang dilaksanakan untuk mengkaji perkembangan pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pada Konferensi Tingkat Tinggi setingkat Kepala Negara.
Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai perkembangan di kawasan dan global yang berdampak pada Dunia Islam.