Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Maret 2019•Update: 08 Maret 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia pada Rabu mengatakan Turki berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatan Suriah dan integritas wilayah.
“Memulihkan kedaulatan dan integritas wilayah Suriah dalam skala penuh adalah tujuan akhir dari format Astana untuk perdamaian Suriah dengan Turki dan Iran,” kata Sergey Lavrov pada konferensi pers setelah bertemu dengan rekan sejawatnya dari UEA Abdullah al Nahyan di Abu Dhabi.
“Turki tetap berkomitmen pada ide ini, tetapi saat ini mereka harus menghadapi tantangan terkait keamanan nasionalnya,” tambah Lavrov, merujuk pada ancaman teroris dari utara Suriah di sepanjang perbatasan Turki.
Dia mengungkapkan bahwa Format Astana diciptakan untuk menemukan jalan keluar dari krisis Suriah, termasuk menyelesaikan masalah keamanan Turki dan mengarah ke pemulihan penuh kedaulatan Suriah.
"Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi krisis Suriah, mengingat banyak pemain eksternal yang memiliki kepentingan tertentu dalam situasi ini, tentu saja, proses ini tidak akan cepat. Tetapi kami tidak ragu bahwa kami harus bergerak ke arah ini dan teman-teman Turki kami berbagi pendekatan ini,” ujar Lavrov.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran dengan tingkat kekerasan yang tak terkira.
Sejak itu, menurut PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.