Burak Bir dan Jeyhun Aliyev
17 Desember 2021•Update: 17 Desember 2021
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Kamis bertemu dengan menteri luar negeri dari berbagai negara Afrika yang menghadiri KTT Kemitraan Turki-Afrika ke-3 di Istanbul.
Cavusoglu mengatakan di Twitter bahwa dia bertemu Menlu Burundi Albert Shingiro, Menlu Pantai Gading Kandia Camara, dan Menlu Zimbabwe Frederick Musiiwa Makamure Shava.
Dia kemudian mengadakan pertemuan dengan Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania, Sylvie Baipo Temon dari Republik Afrika Tengah, David Francis dari Sierra Leone, dan Abdisaid Muse Ali dari Somalia.
Sebelumnya KTT Kemitraan Turki-Afrika pertama diadakan di Istanbul, kedua kalinya di Malabo, ibu kota Guinea Khatulistiwa, dan yang ketiga di Istanbul.
Diadakan di bawah naungan kepresidenan Turki, KTT yang berlangsung tiga hari hingga Sabtu, dihadiri oleh kepala negara atau pemerintahan dan perwakilan lembaga internasional dari negara-negara Afrika.
Hubungan Turki dengan benua Afrika telah meningkat selama bertahun-tahun. Pada Oktober, Presiden Recep Tayyip Erdogan melakukan kunjungan diplomatik selama empat hari ke tiga negara Afrika – Angola, Nigeria, dan Togo.
Turki mengatakan kebijakan negaranya di Afrika, yang mencakup bidang politik, kemanusiaan, ekonomi, dan budaya, adalah bagian dari kebijakan luar negeri multidimensinya.
Turki bertekad untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial benua dengan perdamaian dan stabilitas, serta untuk mengembangkan hubungan bilateral atas dasar kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.
Untuk mencapai tujuan ini, Turki meningkatkan jumlah kedutaannya di Afrika dari hanya 12 pada 2002 menjadi 43 pada 2021.
Perdagangan Turki dengan Afrika hanya USD5,4 miliar pada 2003, dan kini naik menjadi USD25,3 miliar pada 2020 di tengah pandemi virus korona.