Mahmoud Barakat
30 April 2018•Update: 30 April 2018
AMMAN
Menteri Luar Negeri AS yang baru diangkat, Mike Pompeo, pada Senin membela keputusan Presiden AS Donald Trump akhir tahun lalu untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pernyataan itu dibuatnya pada konferensi pers gabungan dengan rekannya dari Yordania, Ayman Safadi, di ibu kota Amman.
Pompeo mengatakan pengumuman Trump pada 6 Desember yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak menyinggung perbatasan kota itu. Dia juga menegaskan dukungan Washington untuk tetap mencari "solusi dua negara" untuk konflik Israel-Palestina.
Menurut Pompeo, pemerintah AS mendesak pimpinan Palestina untuk kembali ke meja perundingan dengan Israel, dan menyatakan AS mendukung hak Israel untuk membela diri.
Pejabat tinggi AS itu juga mengatakan Suriah seharusnya tidak diizinkan menjadi tempat berlindung yang aman bagi kelompok teroris Daesh, dan menekankan banyak negara - termasuk AS - berkontribusi untuk mengurangi krisis di negara itu.
Dia menggaris bawahi bahwa penggunaan senjata kimia tidak akan ditoleransi.
Sementara itu, Al-Safadi mengatakan Yordania juga mencari solusi dua negara untuk konflik Timur Tengah sembari menuntut untuk "keberadaan negara Palestina yang merdeka".
Menyatakan bahwa pembicaraan Palestina-Israel harus dilanjutkan sesegera mungkin, Menteri Luar Negeri Yordania itu menambahkan: "Tujuan kami, seperti AS, adalah untuk menciptakan wilayah bebas dari konflik."
Senin petang, Pompeo dijadwalkan bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II.
Pada 6 Desember tahun lalu, Trump mengumumkan keputusannya -- meski menerima tentangan dari Timur Tengah -- untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pengumuman ini memantik kutukan dari seluruh dunia, termasuk Turki, Uni Eropa, dan PBB.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur -- saat ini masih diduduki Israel -- menjadi ibu kota negaranya kelak.
Selama masa kampaye tahun lalu, Trump berulang kali menjanjikan relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.