Hasan Ay
02 November 2021•Update: 03 November 2021
GLASGOW, Skotlandia
Perubahan iklim adalah masalah keamanan dan pembangunan, oleh karena itu berhubungan dengan banyak bidang lain mulai dari produksi pangan hingga transportasi, kata Menteri Lingkungan, Urbanisasi, dan Perubahan İklim Turki Murat Kurum pada Senin.
Berbicara kepada Anadolu Agency pada pembukaan stan Turki di Scottish Event Campus, tuan rumah Konferensi Iklim PBB (COP26) ke-26, Kurum mengatakan perubahan iklim tidak hanya terkait dengan lingkungan.
“Perubahan iklim adalah hal yang terkait dengan hampir semua masalah seperti pariwisata, produksi pangan, dan transportasi, serta dampaknya terhadap ketahanan air, pangan, dan pasokan energi,” tutur dia.
Menyoroti banyak tindakan, seperti proyek perubahan iklim dan transfer teknologi informasi, akan dibahas selama konferensi COP26, Kurum mengatakan semua lembaga terkait perubahan iklim Turki terwakili dengan baik di acara tersebut.
Pengembangan hijau
Kurum melanjutkan bahwa migrasi iklim adalah salah satu isu penting yang diharapkan dibahas oleh para pihak di COP26.
"Sekarang kami telah memasuki periode pembangunan hijau. Mudah-mudahan, kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan perubahan iklim dengan menambahkan langkah-langkah baru yang telah kami ambil," kata Kurum.
Memperhatikan Turki telah menghadapi masalah dalam mengakses dana iklim di bawah Perjanjian Paris, dia menggarisbawahi bahwa berkat diplomasi aktif negara itu dan negosiasi yang efektif, Turki telah mencapai "keuntungan yang signifikan" dalam masalah ini.
“Kami akan melakukan perjuangan kami melawan perubahan iklim secara lebih efektif dengan pendanaan USD3,1 miliar yang diberikan kepada Turki,” tekan Kurum.
Dia mengatakan bahwa Turki akan menggunakan dana ini dalam tiga tahun untuk membuat ekonominya lebih berkelanjutan, serta untuk pembangunan lingkungan hijau, dan produksi produk hijau.
Menteri Turki juga menegaskan kembali target nol bersih negara itu pada 2053.