Ibrahim Erikan
22 April 2018•Update: 23 April 2018
Ibrahim Erikan
ADANA, Turki
Turki pada Sabtu mengingatkan Yunani atas tindakan provokatifnya di kawasan Mediterania dan Aegean timur, dengan menyebut tindakan itu sudah "dicatat".
Pekan lalu, terdapat laporan bahwa pemuda Yunani mencoba memasang bendera di sebuah pulau dekat Didim, barat daya Turki, satu dari serangkaian insiden serupa.
"Yunani terlibat tindakan provokatif di timur Mediterania dan Aegea, meskipun menjadi anggota Uni Eropa dan NATO, sementara kami memerangi terorisme di Afrin," kata Menteri Uni Eropa Turki Omer Celik, dalam kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, di provinsi Adana selatan.
“Kami dengan tegas mencatat provokasi-provokasi Yunani itu. Menjadi anggota Uni Eropa dan sekutu Turki, Yunani seharusnya mendukung kami di masa-masa sulit,” tambah Celik, mengacu pada operasi kontra-terorisme Turki yang sedang berlangsung di Afrin Suriah.
Turki pada 20 Januari meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris YPG/PKK dan Daesh dari Afrin. Pada 18 Maret, pasukan Turki dan anggota Tentara Pembebasan Suriah membebaskan pusat kota Afrin.
Pada Februari, sebuah kapal patroli Turki menabrak kapal patroli Penjaga Pantai Yunani, dekat pulau Kardak di tenggara Aegean.
Pada Januari, Penjaga Pantai Turki memblokade perjalanan Menteri Pertahanan Yunani yang mendekati Kardak untuk meletakkan karangan bunga di sana.
Pada 1996, perselisihan selama beberapa dekade antara Turki dan Yunani atas pulau-pulau Aegea yang tidak dihuni membawa kedua negara ke jurang konflik bersenjata.