Maria Elisa Hospita
12 Juni 2019•Update: 12 Juni 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Mesir, Yordania, dan Maroko akan menghadiri konferensi perdamaian Timur Tengah akhir bulan ini.
Pemerintahan Trump diperkirakan akan memaparkan aspek ekonomi dari rencana perdamaian Palestina selama konferensi 25-26 Juni di Bahrain.
Sama halnya dengan Qatar - yang telah terlibat dalam persaingan regional dengan negara tetangga Teluk sejak 2017 - Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengkonfirmasi kehadiran mereka.
Sementara itu, para pejabat Palestina menolak menghadiri konferensi itu karena tak setuju dengan serangkaian langkah yang diambil oleh Presiden Donald Trump, termasuk pengakuan sepihaknya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Palestina juga telah menolak rencana perdamaian, yang pada prinsipnya dirancang oleh menantu Trump, Jared Kushner, dan penasihat khusus Trump, Jason Greenblatt.
Palestina memandang rencana itu bertujuan merusak hak-hak mereka.
Sementara itu, Bahrain membela pertemuan yang akan datang dan menyebutnya upaya untuk "memberdayakan" Palestina.