Dmitri Chirciu
03 Mei 2022•Update: 09 Mei 2022
KYIV
Umat Islam di Ukraina pada Senin merayakan Idulfitri di bawah bayang-bayang perang.
Sejumlah jamaah Muslim berkumpul di Masjid Islamic Community Center di ibukota Kyiv untuk menggelar sholat Idulfitri.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Seyran Arifov, presiden Dewan Muslim Ukraina, mengatakan banyak Muslim harus meninggalkan rumah karena perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.
Beberapa dari mereka berlindung di negara lain, sementara lainnya melarikan diri ke lokasi yang lebih aman di dalam negeri.
Prihatin atas situasi perang, Arifov meminta komunitas Muslim untuk melakukan yang terbaik dalam berkontribusi pada negara dan rakyatnya.
Seyfullah Rashidov, seorang profesor di Izmail State University of Humanities Ukraina, menyapa semua Muslim pada Idulfitri dan berharap mereka hidup damai dan sehat.
Ali Assadi, seorang warga Ukraina asal Palestina, mengatakan mereka berharap perang segera berakhir.
Setidaknya 2.899 warga sipil telah tewas dan 3.235 lainnya terluka di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai pada 24 Februari, menurut perkiraan PBB. Jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 5,4 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, dengan sekitar 7,7 juta orang mengungsi, menurut data badan pengungsi PBB.