Pizaro Gozali İdrus
29 April 2019•Update: 29 April 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Myanmar dan China sepakat untuk bekerja sama dalam bidang infrastruktur dan teknologi, lansir Myanmar Times pada Senin.
State Counsellor Aung San Suu Kyi langsung menandatangani kesepakatan itu dalam dua MoU dan satu perjanjian di sela-sela Forum Internasional Belt and Road Initiative di Beijing.
Kementerian Penerangan Myanmar dalam rilisnya menyebut MoU pertama berisi kerja sama kedua negara dalam Koridor Ekonomi China-Myanmar.
Sedangkan MoU kedua memuat kerja sama lima tahun kedua negara untuk pengembangan perdagangan dan sektor ekonomi.
Kedua pemerintah juga membahas kolaborasi lebih banyak pada sektor e-government.
Dalam kesempatan itu, Suu Kyi dan Perdana Menteri China Li Keqiang juga membahas upaya mempromosikan kerja sama pembangunan infrastruktur terkait transportasi Myanmar di bawah Belt Road Initiative.
Myanmar juga sepakat meningkatkan kuota ekspor beras 100.000 ton dan China membeli lebih banyak barang pertanian dan ternak yang diproduksi di Myanmar di masa mendatang.
Namun, proyek pembangunan bendungan Myitsone yang kontroversial tidak menjadi topik pembicaraan kedua negara.
Proyek senilai USD3,6 miliar atau sekitar Rp51 triliun pada Sungai Irrawaddy itu bertujuan menyediakan listrik tenaga air yang akan digunakan secara umum bagi China.
Pada 2010, pembangunan bendungan telah menyebabkan setidaknya 3.000 orang dipindahkan dari rumah mereka ke desa-desa baru.
Pemerintah Presiden Thein Sein yang didukung militer menangguhkan pembangunan pada September 2011, tetapi China dengan penuh semangat meminta kelanjutan dari proyek tersebut.