Maria Elisa Hospita
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
NATO kembali mendesak Rusia untuk membebaskan para nelayan Ukraina serta kapal-kapal mereka.
"Hari ini dan besok para menteri luar negeri NATO akan bertemu dan membahas berbagai masalah, termasuk tindakan destabilisasi Rusia," kata Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg Jens Stoltenberg, jelang pertemuan menlu NATO di Brussel, Selasa.
"Baru-baru ini kami menyaksikan bagaimana Rusia menggunakan kekuatan militer mereka atas kapal-kapal Ukraina. Kami meminta Rusia untuk segera membebaskan kapal-kapal dan para awak kapal," kata dia lagi.
Pada 25 November, Rusia menyita dua kapal Angkatan Laut Ukraina dan menahan 23 awak kapalnya. Rusia menuding Kiev memasuki perairannya dan memprovokasi konflik.
Stoltenberg mengatakan meskipun Ukraina bukan anggota NATO, aliansi ini sangat mendukung kedaulatan dan integritas teritorial negara.
"Sekutu NATO juga akan terus membantu modernisasi dan memperkuat angkatan bersenjata Ukraina," tambah dia.
Pimpinan NATO mengatakan bahwa NATO mengkhawatirkan sistem rudal terbaru Rusia yang mengancam Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF Treaty).
"Rusia harus menjamin keamanan sistem rudalnya dengan transparan karena traktat INF sangat penting bagi keamanan kami," tegas Stoltenberg
Traktat tersebut ditandatangani pada 1987 antara AS dan Uni Soviet.
Pada 21 Oktober, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan niatnya untuk menarik partisipasi negaranya dari perjanjian.