17 Juli 2017•Update: 22 Juli 2017
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
NATO kembali menunjukkan dukungannya untuk warga Turki dalam rangka peringatan satu tahun percobaan kudeta, Sabtu.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu, Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg menyatakan: “Sekali lagi saya menyatakan bahwa segala bentuk upaya untuk mengacaukan demokrasi di negara-negara sekutu tidak dapat diterima”.
Soal kunjungannya ke Ankara setelah percobaan kudeta, Stoltenberg berkata, “Saya masih ingat betapa terkejutnya saya melihat rusaknya gedung parlemen akibat pengeboman kelompok kudeta”.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pimpinannya Fetullah Gulen mendalangi percobaan kudeta 15 Juli 2016, mengakibatkan tewasnya 250 orang dan hampir 2.200 orang luka-luka. Ankara juga meyakini FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintah, dengan menginfiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.
Sekjen NATO juga mengatakan: “Dalam kesempatan penting ini, sekali lagi saya ingin memberi hormat kepada mereka yang gugur selama masa percobaan kudeta”. Stoltenberg juga memberi penghormatan kepada warga Turki yang melakukan perlawanan untuk mempertahankan pemerintahan dan institusi demokrasi terpilih.