BRUSSELS
Di tengah kekhawatiran aksi militer Rusia di Ukraina, kepala NATO mengatakan pada Senin bahwa aliansi militer itu sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan tambahan di tenggara Eropa.
Berbicara pada konferensi pers, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan kehadiran pasukannya di bagian timur aliansi, yang "termasuk penyebaran kelompok tempur NATO tambahan" di Polandia dan tenggara Eropa.
“NATO adalah aliansi pertahanan yang tidak mengancam Rusia atau negara lain. Tetapi kami akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi dan membela semua sekutu kami,” kata Stoltenberg bersama Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto dan Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde.
Para mitra membahas pembangunan militer Rusia di dalam dan sekitar Ukraina dan pengajuan Moskow untuk mereformasi aturan keamanan Eropa.
menjawab tentang pengumuman AS dan Inggris bahwa mereka menarik keluarga diplomat mereka dari Kyiv, Stoltenberg mengatakan NATO belum membuat keputusan untuk menarik personelnya dari ibu kota Ukraina.
Dia menegaskan bahwa NATO tidak akan berkompromi pada prinsip-prinsipnya dan bersikeras pada hak semua negara berdaulat untuk memilih jalan dan sekutu mereka sendiri.
Pada saat yang sama, dia mengusulkan pembicaraan lanjutan di Dewan NATO-Rusia untuk mendukung transparansi pengendalian senjata dan untuk membahas keamanan Eropa, termasuk situasi di Ukraina.
Pada pertemuan dewan 12 Januari, NATO menolak proposal Rusia untuk menghentikan proses perluasan dan menarik pasukan dari sayap timur NATO, alih-alih menyerukan Rusia untuk mengakhiri retorika yang mengancam dan pembangunan militernya di dalam dan sekitar Ukraina.
AS, dengan sekutu Eropanya, telah memperingatkan bahwa Rusia sedang menyiapkan invasi ke Ukraina dan telah menempatkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasannya dengan bekas republik Soviet di samping penempatan artileri dan tank yang signifikan.
Moskow membantah sedang mempersiapkan serangan militer, dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan rutin.
NATO mulai meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur setelah aneksasi ilegal Rusia atas Krimea pada 2014.