15 Juni 2018•Update: 16 Juni 2018
Abdul Raouf Arnaout
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama dengan anggota delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat akan membahas situasi di Jalur Gaza yang terkepung pekan depan.
Menurut pernyataan yang dirilis kantor PM pada Kamis, Netanyahu "sangat menantikan diskusi soal Gaza dengan utusan AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt, penasihat presiden Jared Kushner, dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman".
Disebutkan bahwa Netanyahu berharap dapat membahas langkah-langkah perdamaian antara Israel dan Palestina, sekaligus negara-negara Arab.
Pada Selasa, Gedung Putih mengumumkan bahwa Kushner dan Greenblatt berencana mengunjungi Israel, Arab Saudi, dan Mesir pekan depan untuk membahas situasi di Gaza, dan memulai kembali perundingan damai Palestina-Israel dengan para pejabat dari tiga negara.
Sejak 2007, Jalur Gaza telah menderita di bawah blokade Israel dan Mesir yang melumpuhkan perekonomian. Terlebih lagi, sejak 30 Maret, unjuk rasa menentang blokade Gaza dan pendudukan Israel masih terus berlangsung di Jalur Gaza.
Pasukan Israel telah menembaki demonstran dengan peluru dan gas air mata, menewaskan sebanyak 128 warga Palestina.
Majelis Umum PBB pada Rabu mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan "perlindungan internasional" bagi rakyat Palestina, dengan dukungan dari 120 negara.
Awal bulan ini, rancangan resolusi yang sama telah diveto oleh AS di Dewan Keamanan PBB.