Ahmad Asmar
01 Desember 2022•Update: 05 Desember 2022
ANKARA
Perdana Menteri Israel yang baru dilantik Benjamin Netanyahu pada Rabu mengutuk pertemuan makan malam untuk mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di mana dia menjamu dua tamu yang dituduh memiliki sikap antisemit dan penyangkal Holocaust.
Netanyahu menggambarkan pertemuan Trump dengan supremasi kulit putih Nick Fuentes dan rapper Kanye West, yang keduanya dituduh antisemit, sebagai "kesalahan", kritik pertama di depan umum kepada Trump oleh Netanyahu yang memiliki hubungan kuat dengannya selama masa jabatannya.
"Keputusan Presiden Trump untuk melakukan makan malam dengan orang ini menurut saya salah dan salah tempat. Saya pikir itu kesalahan. Dia seharusnya tidak melakukan itu," kata Netanyahu dalam wawancara dengan jurnalis Amerika Bari Weiss.
Netanyahu mengakui bagaimana Trump mendukungnya saat berkuasa sebagai presiden AS pertama yang memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem tetapi berharap bahwa "kesalahannya tidak terulang kembali."
Pertemuan Trump dengan para tamu tersebut juga ditanggapi dengan banyak kecaman dari anggota kongres AS dan kelompok Yahudi di AS.
Kritik juga datang dari mantan pejabat senior Trump, Elan Carr, utusan khusus mantan presiden untuk memerangi antisemitisme, yang memohon kepada Trump untuk "mengutuk orang-orang berbahaya ini dan pandangan mereka yang menjijikkan dan tidak sesuai dengan nilai Amerika."
"Tidak ada orang Amerika yang bertanggung jawab, dan tentu saja tidak ada mantan Presiden, yang boleh bergaul dengan orang-orang seperti Nick Fuentes dan Kanye West. Menenangkan antisemitisme berarti mempromosikan antisemitisme," tulis Carr di Twitter.
Pada 15 November, Trump mengumumkan dia mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada tahun 2024, namun insiden seperti itu akan membayangi peluangnya untuk kembali ke Gedung Putih.