18 Agustus 2018•Update: 19 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Sekretaris Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Yusuf Al Utsaimin meminta Taliban dan pemerintah Afghanistan menyelesaikan permusuhan dan melakukan negosiasi guna mengakhiri konflik berkepanjangan.
“Tidak ada solusi militer di Afghanistan. Penyelesaian politik abadi sudah lama tertunda. Umat Muslim mengharapkan tawaran tanpa pamrih Pemerintah Afganistan untuk solusi negosiasi mendapatkan respons oposisi bersenjata,” Al Utsaimin dalam pernyataannya, Jumat.
Utsaimin menyoroti peperangan baru-baru ini di provinsi Ghazni. Setidaknya 500 pejuang Taliban, 145 personel keamanan dan 60 warga sipil tewas dalam bentrokan empat hari di kota Ghazni awal pekan ini.
“Situasi keamanan yang rapuh dan ketegangan yang meningkat menghasilkan satu lagi episode kematian dan kehancuran yang tidak masuk akal,” kata dia.
OKI juga mengutuk serangan bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibukota Afghanistan, Kabul pada hari Rabu yang menewaskan setidaknya 48 pelajar dan melukai 67 lainnya.
Utsaimin mengaku berduka dan menyesalkan pembunuhan brutal ini.
OKI, kata Utsaimin, telah mengeluarkan banyak seruan kepada pihak-pihak Afghanistan, yang terbaru, melalui Konferensi Ulama Internasional tentang Perdamaian dan Keamanan di Afghanistan di Makkah, bulan lalu.
Mendekati Iduladha, Utsaimin mendesak semua warga Afghanistan untuk memilih jalan rekonsiliasi, membangun perdamaian dan keamanan, serta menyalurkan kembali energi untuk menyelenggarakan pemilu yang bebas, adil dan transparan.