Sahin Demir
08 Agustus 2026•Update: 08 Agustus 2026
Oman menyatakan perundingan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz berlangsung dalam suasana yang "positif dan konstruktif".
Muscat juga mengecam serangan berulang terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut serta memperingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat mengganggu jalannya perundingan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Oman mengatakan serangan berulang terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz melanggar hukum internasional dan kedaulatan perairan kawasan, serta mengancam keselamatan pelayaran, keamanan, dan stabilitas regional.
Kementerian menekankan pentingnya menghindari segala tindakan yang dapat memengaruhi perundingan yang sedang berlangsung maupun kemajuan yang telah dicapai.
Menurut Oman, perundingan harus terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
Pernyataan muncul setelah tuduhan UEA terhadap Iran
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menargetkan sebuah kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dengan rudal saat melintasi Selat Hormuz.
ADNOC menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut dan situasi telah berhasil dikendalikan.
Hingga pernyataan itu dirilis, Iran belum memberikan tanggapan terbuka atas tuduhan tersebut.
Iran sebut kesepakatan dengan Oman hampir tercapai
Sebelumnya pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Muscat "sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan mengenai pengaturan pelayaran baru di Selat Hormuz.
Araghchi mengatakan perundingan dengan Oman difokuskan pada penyusunan kerangka hukum dan pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut, termasuk penetapan rute pelayaran baru.