Maria Elisa Hospita
21 Januari 2019•Update: 22 Januari 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pakistan dan Amerika Serikat pada Minggu menegaskan kembali komitmen mereka untuk memajukan proses perdamaian yang sedang berlangsung di Afghanistan.
Komitmen itu dideklarasikan saat pertemuan antara representatif khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad dengan Perdana Menteri Imran Khan, Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Qamar Javed Bajwa, dan para pejabat tinggi lainnya.
"Selama konsultasi, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk memajukan proses perdamaian Afghanistan," kata Kedutaan Besar AS di Islamabad lewat pernyataan.
Khalilzad juga menyoroti bahwa semua negara di kawasan itu akan mendapat manfaat dari perdamaian di Afghanistan.
Dalam sebuah pernyataan terpisah, Khan menegaskan kembali komitmen pemerintahnya untuk terus bekerja sama dengan AS dan pemangku kepentingan regional lainnya untuk menemukan penyelesaian politik di Afghanistan.
Khan menggarisbawahi perlunya normalisasi hubungan dengan semua negara tetangga untuk menciptakan potensi kerja sama regional.
PM Pakistan mengatakan negaranya akan selalu mendukung semua upaya untuk mewujudkan perdamaian abadi di Afghanistan.
Pertemuan jenderal
Delegasi AS yang dipimpin oleh Jenderal Joseph L. Votel, komandan CENTCOM, juga menemui Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa di markas tentara di Rawalpindi.
Menurut ISPR, media militer Pakistan, lingkungan geo-strategis, keamanan regional, dan perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan adalah sejumlah agenda yang dibahas selama pertemuan.
Bajwa menegaskan bahwa perdamaian di Afghanistan sangat penting untuk perdamaian regional, dan meskipun ada kendala, Pakistan telah berkontribusi dalam semua upaya untuk perdamaian regional dan akan terus mengupayakannya.
Jenderal AS itu memuji upaya Angkatan Darat Pakistan dalam menjamin perdamaian dan stabilitas regional.
Representatif AS, Khalilzad, telah berada di Islamabad sejak 17 Januari untuk memecahkan kebuntuan yang melanda proses perdamaian Afghanistan.
Pakistan sudah meyakinkan utusan AS itu bahwa mereka dapat meyakinkan Taliban untuk memecahkan kebuntuan, tetapi Taliban tetap enggan menemui para pejabat AS di Pakistan.