Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 November 2018•Update: 07 November 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pakistan pada Senin mengumumkan sebuah perjanjian dengan China untuk menggunakan mata uang yuan dalam perdagangan bilateral untuk mengakhiri ketergantungan terhadap dolar AS.
"China dan Pakistan setuju untuk mulai menggunakan yuan, bukan dolar," Fawad Chaudhry, Menteri Informasi Pakistan, mengatakan kepada wartawan di Islamabad.
Kesepakatan yang dicapai selama kunjungan perdana menteri Pakistan ke China akan membantu Pakistan menyingkirkan beban dolar dalam perdagangan bilateral senilai USD15 miliar, tambahnya.
Kunjungan resmi empat hari Imran Khan ke China berakhir Senin.
Peralihan ke mata uang China juga akan membantu kedua negara menggantikan dolar AS dalam transaksi dan investasi mereka di proyek multi-miliar Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC).
Bulan Juni ini, Bank Negara Pakistan secara resmi mengizinkan perusahaan milik negara dan swasta untuk menggunakan mata uang China dalam kegiatan perdagangan dan investasi bilateral.
Proyek CPEC senilai USD54 miliar bertujuan untuk menghubungkan provinsi Xinxiang di barat laut China, yang bernilai penting secara strategis, ke pelabuhan Gwadar di Baluchistan, Pakistan melalui jaringan jalan, kereta api dan jalur pipa untuk mengangkut kargo, minyak, dan gas.
Koridor ekonomi ini tidak hanya akan memberikan China akses yang lebih murah ke Afrika dan Timur Tengah tetapi juga akan menghasilkan miliaran dolar bagi Pakistan dengan menyediakan fasilitas transit ke ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Berdasarkan peraturan valuta asing saat ini, yuan China (CNY) adalah mata uang asing yang disetujui untuk mendenominasi transaksi mata uang asing di Pakistan, seperti mata uang internasional lainnya seperti dolar AS dan euro.
Bank Negara Pakistan telah menerapkan kerangka peraturan yang diperlukan untuk memfasilitasi penggunaan yuan dalam perdagangan dan transaksi investasi seperti pembukaan letter of credit dan fasilitas pembiayaan yang mendukung.