Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Mei 2019•Update: 23 Mei 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Militer Pakistan mengatakan mereka berhasil melakukan latihan peluncuran rudal balistik Shaheen-II, yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir hingga jarak 1.500 kilometer, Kamis.
Latihan peluncuran, yang memiliki titik dampak di Laut Arab, bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional komando pasukan strategis militer, kata Angkatan Darat Pakistan dalam sebuah pernyataan.
"Shaheen-II adalah rudal berkemampuan tinggi yang sepenuhnya memenuhi kebutuhan strategis Pakistan menuju pemeliharaan stabilitas pencegahan yang diinginkan di kawasan itu," tambah pernyataan tersebut.
Angkatan Darat menambahkan bahwa Presiden Arif Alvi, Perdana Menteri Imran Khan dan tiga Kepala Layanan telah memberi selamat kepada para ilmuwan dan insinyur atas keberhasilan pelaksanaan peluncuran pelatihan.
Uji coba rudal terbaru dilakukan menyusul meningkat ketegangan antara musuh bebuyutan, Pakistan dan India, yang terlibat dalam serangkaian pertikaian laut dan darat sejak 1947.
Kekuatan nuklir
Pakistan dan India termasuk di antara segelintir negara yang memiliki persenjataan nuklir.
India memiliki senjata nuklir jauh sebelum Pakistan, yaitu pada 1974, yang kemudian mendorong Islamabad untuk mengikutinya.
Pakistan secara diam-diam mengembangkan kemampuan nuklirnya sendiri pada 1980-an, ketika mereka menjadi sekutu AS dalam perang Afghanistan pertama melawan Uni Soviet.
Menurut Stockholm International Peace Research Institute, India saat ini memiliki sekitar 80 sampai 100 hulu ledak nuklir, sementara Pakistan memiliki sekitar 90 sampai 110.