Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Aamir Latif dan Islamuddin Sajid
KARACHI / ISLAMABAD, Pakistan
Otoritas pemilu Pakistan pada hari Selasa mengeluarkan hasil akhir dari pemilihan umum (pemilu) 25 Juli, namun menahan hasil perolehan suara dari beberapa kandidat yang menang karena berbagai alasan, terutama Imran Khan.
Komisi Pemilihan Pakistan (ECP) mengeluarkan daftar sekitar 261 kandidat yang menang, tetapi menahan pengumuman 9 anggota parlemen yang baru terpilih, termasuk Khan, yang sebelumnya dinyatakan menjadi perdana menteri ke sembilan belas Pakistan, serta Khawaja Asif, mantan menteri luar negeri.
ECP menahan pengumuman kemenangan Khan dari dua konstituen utama, Lahore dan Islamabad, tetapi pengumuman atas kemenangannya di Mianwali, Bannu, dan Karachi dikeluarkan "secara bersyarat."
Di bawah pemberitahuan tersebut, kemenangan Khan di tiga konstituen akan tunduk pada keputusan akhir ECP dalam kasus pelanggaran kode etik yang tertunda.
Khan, dari partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang diketahui akan memimpin pemerintahan selama lima tahun ke depar setelah pemilihan kontroversial bulan lalu, dinyatakan bersalah melanggar aturan kerahasiaan suara pada premiou 25 Juli. Rekaman yang ditayangkan di beberapa saluran TV menunjukkan Khan mencap kertas suaranya secara terbuka di sebuah tempat pemungutan suara di Islamabad.
PTI nomor satu, tapi bukan mayoritas
Dari sembilan kandidat yang hasilnya dirahasiakan, empat dari mereka berasal dari PTI dan Liga Muslim Pakistan (PML-N), partai mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif yang dipenjarakan. Sementara yang lain berasal dari Partai Rakyat Pakistan (PPP). Pemilihan untuk dua kursi Majelis Nasional tidak diadakan pada 25 Juli karena ditangkapnya seorang calon dan kematian calon lainnya.
Pengumuman kemenangan Khawaja Asif ditahan, setelah kandidat pesaing mengajukan petisi untuk penghitungan ulang.
Dalam pemilihan 25 Juli, PTI muncul sebagai partai tunggal terbesar tetapi tidak mencapai mayoritas di Majelis Nasional. Partai itu harus mencari dukungan formal dari partai-partai kecil atau independen untuk mengusung perdana menteri pilihan mereka.
Menurut ECP, PTI telah memenangkan 116 kursi diikuti oleh PML-N dengan 64, PPP dengan 43, dan Muttehida Majlis Amal (MMA) dengan 11 suara.
Parlemen Pakistan terdiri dari dua kamar: Majelis Nasional (majelis rendah) dan Senat (majelis tinggi).
Anggota Majelis Nasional dipilih melalui pemungutan suara selama lima tahun, sedangkan para senator dipilih oleh anggota Majelis Nasional untuk masa jabatan enam tahun.
Majelis Nasional terdiri dari 342 kursi, 272 diisi melalui pemilihan langsung, sementara 60 kursi disediakan untuk perempuan dan 10 untuk agama minoritas. Kursi-kursi yang disediakan kemudian diberikan kepada para partai sesuai jumlah kursi umum mereka.
"Tidak berpengaruh pada pemilihan perdana menteri"
ECP mengatakan bahwa penahanan pengumuman tidak akan mempengaruhi pemilihan perdana menteri, ketua parlemen, dan wakil ketua parlemen di Majelis Nasional minggu depan.
"Kami telah menahan total sembilan pengumuman, tetapi itu tidak akan mempengaruhi pemilihan perdana menteri atau ketua Majelis Nasional," Altaf Khan, juru bicara ECP, mengatakan kepada Anadolu Agency
“Kami mengeluarkan pengumuman bersyarat untuk kemenangan beberapa kandidat, termasuk Imran Khan. Tetapi jika keputusan ECP bertentangan, maka semua pengumuman akan dianggap batal, ”jelasnya.