Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 April 2019•Update: 09 April 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi pada Minggu mengklaim bahwa negaranya memperoleh laporan yang dapat diandalkan tentang rencana India untuk kembali menyerang Pakistan akhir bulan ini.
"Kami memiliki laporan intelijen yang dapat dipercaya bahwa India sedang merencanakan insiden serupa Pulwama lainnya di Kashmir yang diduduki untuk membuka jalan bagi peningkatan tekanan diplomatik dan membenarkan aksi militer terhadap Pakistan kemungkinan pada 16 hingga 20 April," kata Qureshi dalam pidatonya pada konferensi pers di kampung halamannya, Multan, yang disiarkan di televisi milik pemerintah PTV News.
"Pakistan membagikan laporan itu kepada masyarakat internasional, termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan mendesak mereka untuk memainkan peran untuk perdamaian," tambah dia.
Qureshi merujuk pada serangan bunuh diri terhadap konvoi tentara India di Pulwama, Kashmir, pada Februari yang menewaskan sedikitnya 40 tentara India.
India menuding kelompok militan yang berbasis di Pakistan berada di balik serangan itu, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad.
Ketegangan diplomatik dan militer kemudian meningkat, di mana kedua negara melancarkan serangan udara dan mengklaim saling menjatuhkan pesawat.
Sementara itu, India membantah pernyataan menteri luar negeri Pakistan dan menyebutnya sebuah tipu muslihat publik.
"India menolak pernyataan Menteri Luar Negeri Pakistan yang tidak bertanggung jawab dan tidak masuk akal dengan tujuan yang jelas untuk membangkitkan histeria perang di kawasan itu," kata Raveesh Kumar, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, dalam sebuah pernyataan.
Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali pada 1948, 1965 dan 1971.
*Aadil Ahmad berkontribusi pada berita ini dari Chandigarh.